Menjawab Hal Tentang Virtual Office

Mungkin kamu pernah mendengar istilah Virtual Office di saat kamu menunggu lift kantor, atau kamu mendengar dari orang-orang yang sedang berdiskusi di kedai kopi. Istilah virtual office sudah menjadi sebuah trend dalam waktu 3-4 tahun kebelakang. Dari perusahaan-perusahaan rintisan sampai bisnis kecil akan mencapai sebuah titik dimana mereka harus mempertimbangkan antara menyewa sebuah virtual office atau sekedar serviced office.

Jadi virtual office itu apa sih? Pada dasarnya ketika seseorang menyewa virtual office, mereka hanya menyewa alamat dari virtual office tersebut untuk dijadikan alamat legal bisnis. Lalu apa itu saja yang didapatkan? Tentu tidak, dari beberapa penyedia tempat menawarkan kelebihan masing-masing dari penggunaan meeting room, tempat kerja, jasa resepsionis bahkan sampai jasa menerima telpon masuk untuk dialihkan ke orang yang dicari.

Terus kenapa sih belakangan ini istilah virtual office menjadi populer? Jawabannya karena banyak orang-orang yang mendirikan perusahaan rintisan alias startup, atau perusahaan kecil lainnya dan ingin mencari alamat kantor yang legal untuk meningkatkan kredibilitas perusahaannya.

Selain itu, menyewa virtual office berarti kamu tidak perlu menyewa gedung sehingga dapat menekan biaya operasional sehingga hal ini lah yang menjadi daya tariknya. Dengan harga yang lebih murah, kamu bisa mendapatkan fasilitas resepsionis yang akan standby dalam waktu kerja untuk menerima telepon masuk atau menerima kurir, dan meeting room tergantung pada paket virtual office apa yang kamu sewa. Sementara itu, kamu bekerja di kedai kopi atau coworking space dengan team kamu. Oleh karena itu, menyewa virtual office sangat cocok apabila perusahaan kamu memiliki budget yang terbatas.

Lalu untuk menyewa virtual office itu ada persyaratannya tidak sih?

Tentunya walaupun di masing-masing penyedia memiliki kebijakan dan aturan sendiri. Sebagian besar tidak ada perbedaan yang signifikan. Namun pada umumnya, salah satu syarat yang penting adalah perusahaan yang didaftarkan harus berbadan hukum yang jelas (CV atau PT.).

Share: